REFLEKSI

Disinilah ladangku berekspresi, mengungkapkan segala idea dan idealisme ku. Disini pula ku belajar menulis, belajar mengekspresikan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan. Semoga bisa memberikan manfaat sekecil apapun itu.
Subscribe
Selamat Datang di Web Pribadiku. Meskipun sederhana dan sangat tidak ilmiah. Semoga Bermanfaat!!!

Archive for the ‘Artikel’

Mobil Esemka Mobil Impian

May 29, 2012 By: admin Category: Artikel

Mobil Esemka Mobil Impian
Oleh
Wajiran, S.S., M.A.
(Kepala Pusat Bahasa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

Kabar akan Mobil Esemka yang masuk uji emisi lagi adalah kabar gembira bagi kita semua. Kita turut berdoa semoga mobil ini benar-benar bisa menjadi mobil nasional. Dengan adanya mobil nasional kita berharap Bangsa Indonesia akan segera menjadi jaya. (more…)

Incoming search terms:

  • sejarah perkembangan pergerakan lesbian yogyakarta
  • cerpen sastra indonesia tahun 1920-1933
  • sejarah kaum lesbian di indonesia
  • sejarah perkembangan kaum lesbian di yogyakarta

Bangkitnya Kaum Nabi Luth di Indonesia

May 10, 2012 By: admin Category: Artikel

Pada tanggal 19 April 1981 masyarakat Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan perkawinan dua wanita lesbian yang digelar di Pub daerah Blok M Jakarta Selatan dan dihadiri sekitar 120 undangan. Tentu saja peristiwa ini menjadi pemberitaan yang menghebohkan di kalangan masyarakat, bahkan tidak sedikit yang mengutuknya. Anehnya, pengamat homoseksual Barat, Tom Boellstorff dalam bukunya The Gay Archipelago, Sexuality and Nation in Indonesia, justru memuji keberanian pasangan ini dan menobatkannya sebagai pejuang yang berani membela hak-hak lesbian yang harus diakui oleh publik Indonesia. (JP 58: Seksualitas Lesbian).

Saat Patrialis Akbar menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, generasi kaum Nabi Luth ini secara lebih berani menuntut pengadaan ruang untuk berhubungan seks di penjara khusus untuk narapidana lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Seperti orang yang telah terputus urat malunya, dengan lantangnya mereka berkata: “Bagaimanapun, LGBT memiliki hak untuk menyalurkan hasrat biologisnya”. (http://www.seruu.com/mobile/artikel.php?sec=13&cat=151&postid=30374) (more…)

Incoming search terms:

  • homo seksual barat

Emansipasi Perempuan Indonesia

April 19, 2012 By: admin Category: Artikel

Emansipasi Perempuan Indonesia
Wednesday, 11 April 2012 03:06 administrator
E-mail Print PDF

Bulan April dapat dikatakan merupakan bulanya perempuan Indonesia, dan biasanya pikiran kita langsung tertuju pada seorang pahlawan nasional yang berasal dari Jepara, yaitu Raden Ajeng Kartini (1879-1904). Tak disangkal lagi beliau dinobatkan sebagai tokoh penggerak emansipasi kaum perempuan di Indonesia. Berbicara mengenai perkembangan sejarah emansipasi perempuan, sebenarnya Indonesia mempunyai banyak sekali tokoh perintis emansipasi perempuan, baik itu yang bergerak dalam isu sosial, kesetaraan pendidikan dan juga profesional, namun keberadaanya kadang kurang kita ketahui. (more…)

Sejarah Pergerakan Perempuan

April 18, 2012 By: admin Category: Artikel

Sejarah awal pergerakan

Saat bangsa ini terus merintis kemajuannya demi meningkatkan martabat di mata bangsa lain, kepingan sejarah yang diciptakan oleh orang-orang berani dan bermisi kuat pun terus bertambah. Jika kita mau menelurusi kepingan-kepingan sejarah tersebut, maka jangan terkejut jika kita banyak menemukan peran wanita di dalamnya.

Tahun 2008 ini kita memperingati seratus tahun kebangkitan Nasional tahun 1908. Dalam seratus tahun perjalanan sejarah bangsa kita, kiprah perempuan Indonesia yang mengambil bagian dalam memajukan berbagai bidang kehidupan tidak bisa dilupakan begitu saja. Perempuan adalah bagian yang berhubungan sangat erat dengan masalah kesejahteraan masyarakat. Pada saat krisis perekonomian, perempuanlah yang paling merasakan akibat dari krisis tersebut. Namun dalam keadaan yang kritis, tak jarang pula perempuan lebih mempunyai inisiatif, bangkit dan menggerakkan masyarakat sekitarnya untuk memperbaiki kondisi perekonomian, mulai dari perekonomian keluarga hingga meluas ke perekonomian masyarakat. (more…)

Incoming search terms:

  • sejarah pergerakan perempuan

Pergerakan Perempuan Indonesia

April 18, 2012 By: admin Category: Artikel

Tulisan ini nampak sederhana namun memberikan info yang cukup penting bagi pemerhati persoalan-persoalan perempuan. Sumber: http://anton-djakarta.blogspot.com/2011/12/hari-ibu-adalah-hari-pergerakan.html
Hari Ibu adalah Hari Pergerakan Perempuan Indonesia
Tanggal 22 Desember sesungguhnya diperingati sebagai “HARI PERGERAKAN PEREMPUAN” karena pada tanggal 22-25 Desember berkumpul 30 Organisasi Perempuan di Ndalem Joyodipuran, Yogyakarta.

Pada tanggal itu menjadi tonggak paling penting penyatuan Indonesia Raya oleh kaum Perempuan Indonesia Pada tanggal itu kaum Perempuan Indonesia terlibat langsung dalam pergerakan politik dan memiliki peran penting dalam sejarah. Oleh Presiden Sukarno, kenangan tentang Kongres Perempuan Indonesia yang berlangsung di Yogyakarta 22-25 Desember 1928 kemudian di ‘dekritkan’ sebagai ‘Hari Ibu’. Bung Karno bermaksud melibatkan secara entitas peran kaum perempuan dalam pergerakan rakyat dan percaturan politik penting. (more…)

Karya Penulis Wanita di Indonesia

April 17, 2012 By: admin Category: Artikel

Berukut ini ada sebuah artikel sederhana namun nampaknya akan sangat berguna bagi para peneliti di bidang karya satra. sumber: http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pgsd_0605918_chapter2.pdf

Incoming search terms:

  • penulis wanita di indonesia

Pemetaan Beragam tentang Periodisasi Sastra Indonesia

April 17, 2012 By: admin Category: Artikel

Berkut ini ada data yang sangat penting bagi para pemerhati atau peneliti di bidang sastra. oleh karena itu juga mohon ijin penulis untuk menmpelkan tulisan ini di web saya agar tidak hilang. Selanjutnya saya mengucapkan terimakasih atas segala ilmu yang sudah di sebarkan kepada kita. Sumber alsi: http://soulmate9.wordpress.com/bahasa-sastra/

Pemetaan Beragam tentang Periodisasi Sastra Indonesia
Periodisasi Sastra Indonesia selama ini telah dipetakan sangat beragam oleh ahli sastra Indonesia. HB. Jassin, misalnya, membagi periodisasi sastra menjadi dua, yakni (a) Sastra Melayu Lama, dan (b) Sastra Indonesia Modern, yang meliputi (1) Angkatan 20, (2) Angkatan 33 atau Pujangga Baru; dan (3) Angkatan 45. Sementara itu Boejoeng Saleh membagi periodisasi sejarah sastra Indonesia menjadi 4: (1.) Sebelum tahun 20-an, (2). Antara tahun 1920 – 1933; (3). 1933 – Mei 1942, dan (4). Mei 1942 hingga kini (1956).

Sedangkan Nugroho Notosusanto membagi PSI menjadi 2: (a) Sastra Melayu Lama, (b) Sastra Indonesia Modern. Sastra modern ini dibagi menjadi 2: (1) masa Kebangkitan (1920-1945): yang dibagi lagi menjadi: periode 1920, Periode 1933, dan Periode 1942 dan (2) Masa Perkembangan (1945-sampai tahun 60-an), yang meliputi: periode ’45 dan periode ’50. lain lagi dengan Bakri Siregar. Dia membagi periodisasi sejarah sastra Indonesia menjadi 4 yaitu (1) Periode Pertama sejak masa abad 20 sampai 1942, (2) Periode Kedua 1942 – 1945, (3) Periode Ketiga 1945 – 1950, dan (3) Periode Keempat 1950 – skrg (1964). Ajip Rosidi membagi periosisasi sejarah Indonesia menjadi 2 kelopok besar, yaitu (1) Masa Kelahiran dan Masa Penjadian (1900 – 1945), yang meliputi (a). Periode awal 1933; (b). Periode 1933 – 1942, dan (c). Periode 1942 – 1945, dan (2) Masa Perkembangan (1945 – 1969), yang meliputi (a) Periode 1945 – 1953, (b) Periode 1953 – 1961, dan (c). Periode 1961 – 1969. Sedangkan A. Teeuw, menunjuk angkatan tahun 1920 sebagai lahirnya kesusastraan Indonesia modern. Menurut Teeuw para pemuda saat itu untuk pertama kalinya menyatakan perasaan dan ide yang pada pokoknya menyimpang dari bentuk-bentuk sastra Melayu, Jawa, dan sastra lainnya yang lebih tua. Sementara Ajip Rosidi menunjuk tahun tersebut karena pada saat itu para pemuda Indonesia (Yamin, Hatta, dll) mengumumkan sajak-sajak mereka yang bercorak kebangsaan. Karya Sastra Pujangga Lama (more…)

Incoming search terms:

  • mengapa novel salah asuhan tergolong karya paling penting pada periode 1920-1933

DARI KARTINI HINGGA AYU UTAMI: MEMPOSISIKAN PENULIS PEREMPUAN DALAM SEJARAH SASTRA INDONESIA

April 10, 2012 By: admin Category: Artikel

DARI KARTINI HINGGA AYU UTAMI: MEMPOSISIKAN
PENULIS PEREMPUAN DALAM SEJARAH SASTRA INDONESIA
Oleh Nurhadi
Abstract
There is an interesting phenomenon in the end of 20-th century and in the beginning of 21-th
century in Indonesian literature history. That’s phenomenon are so many women writer whose productive in
writing poetry or fiction. Is this a suddenly phenomenon? There is a series moment that couldn’t ignored,
because there were some women writers in the beginning of Indonesian literary history, especially in 1920-
ies, a milestone in modern Indonesian literary history. The modern Indonesian literary history itself is
impact of acculturation by western culture. This acculturation appears in Kartini herself, a woman writer
who never mention in history about her literature activity. Limitation to women writers in the past often
interrelated by the edge of their role, for example, they were: never categorized as qualified literature
writer, or as a popular writer, or just a peripheral writer, not as a prominent writer in their generation of
writer. Is installation of Ayu Utami as a pioneer in novel genre in Indonesian 2000 Generation of Literature
as one strategy of contrary to what happen recently? Apparently, the emergent of women writers weren’t
automatically had relation by feminism movement. The writer who had struggle for Kartini’s history is
Pramoedya Ananta Toer, a man writer.
Key words: women writers, feminism, Indonesia literary history, the role of historical writing.
A. PENDAHULUAN
Memasuki tahun 2000 terjadi fenomena menarik dalam sejarah sastra Indonesia,
khususnya ditinjau dari feminisme. Ayu Utami menerbitkan novel Saman pada 1998. Sebuah
novel yang banyak dibaca orang dan mendapat berbagai pujian. Almarhun Umar Kayam memuji
pengarangnya sebagai penulis yang susah ditandingi penulis-penulis muda sekarang bahkan
penulis tua pun, belum tentu bisa menandinginya. Begitu komentarnya pada bagian sampul
belakang novel tersebut. Saman sendiri merupakan fragmen novelnya Laila Tak Mampir di New
York yang memenangkan hadiah pertama dari sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian
Jakarta tahun 1998.
Almarhum Y.B. Manguwijaya memuji novel ini sebagai novel yang spendid, novel yang
dapat dinikmati dan berguna sejati bagi pembaca yang dewasa, bahkan amat dewasa, dan
jujur, khususnya mengenai dimensi-dimensi politik, antropologi sosial dan teristimewa lagi
agama dan iman. Lewat novel ini, Ayu Utami tidak hanya mendapat penghargaan di negerinya
sendiri, negeri Belanda pun memberinya penghargaan.
Meski banyak kritikus sastra memberinya pujian, tidak sedikit pula yang menilainya
negatif. Kemunculannya yang tiba-tiba dalam dunia sastra layaknya buah karbitan saja. Para
juri sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta mendapat sorotan tidak
mengenakkan. Mereka dituduh sebagai pihak yang memblow-up novel tersebut.
Terlepas dari berbagai kontroversi, Saman dan Ayu Utami telah menempatkan dirinya
dalam mata rantai sejarah sastra Indonesia. Korrie Layun Rampan yang mencetuskan lahirnya
Angkatan 2000 dalam sastra Indonesia tidak hanya menempatkan Ayu Utami sebagai salah satu
eksponennya, tetapi malah menempatkannya sebagai tokoh pembaru dalam bidang novel. (more…)

Pengarang Wanita dan Feminisme dalam Karya Sastra Indonesia

April 10, 2012 By: admin Category: Artikel

Dalam sejarah sastra Indonesia, tidak banyak pengarang perempuan dan karya-karya yang dihasilkan. Pada periode atau angkatan Balai Pustaka hanya ada Hamidah yang menulis Kehilangan Mestika yang terbit pada 1935. Nama lain dari Fatimah Hasan Delais ini dilahirkan pada 8 Juni 1914 di Bangka (Palembang?) dan meninggal pada 8 Mei 1953 (Eneste, 1990:69). Sementara pada periode atau angakatan Pujangga Baru ada pengarang perempuan bernama Selasih, Saleguri atau Sariamin. Perempuan yang lahir di Talu (Sumatera Barat), 31 Juli 1909 ini mengenyam pendidikan guru dan pernah menjadi guru di Bengkulu dan Bukit Tinggi. Pernah juga menjadi ketua Jong Islamieten Bond Dames Afdeling Cabang Bukittinggi (1928-1930) dan anggota DPRD Riau (1947-1948). Karya-karyanya: Kalau Tak Untung (novel, 1933), Pengaruh Keadaan (novel, 1937), Rangkaian Sastra (1952), sejumlah cerita anak-anak, legenda, dan sejumlah puisi yang tersebar dalam berbagai antologi (Eneste, 1990:164).
Selain itu, juga ada pengarang wanita lain seperti Sa’adah Alim dan Nursjamsu (Sugihastuti, tt:23). Pada periode atau angkatan 45 ada beberapa penulis wanita seperti S. Rukiah, Ida Nasution, dan Siti Nuraini (Sumardjo, 1992:139-140). S. Rukiah lahir di Purwakarta, 25 April 1927. Setelah selesai menjalani pendidikannya di Sekolah Guru, dia kemudian menjadi guru di Purwakarta. Pernah pula menjadi sekretaris majalah Pujangga Baru (sesudah Perang) dan anggota Pimpinan Pusat Lekra (1959-1965). Karya-karyanya: Tandus (kumpulan sajak, 1952 memenangkan Hadiah Sastra Nasional BMKN), Kejatuhan dan hati (novel, 1950), Si Rawun dan Kawan-kawannya (cerita anak, 1955), dan lain-lain (Eneste, 1990:172). Karena keterlibatannya dengan Lekra itulah hingga kini karya-karya S. Rukiah masih belum dicabut pelarangannya (Kratz, 2000:561-574). Padahal, pengarang perempuan ini cukup produktif. Ida Nasution lahir 1924 dan meninggal 1948 (dalam perjalanan Jakarta Bogor). Pernah belajar di Fakultas Sastra UI tetapi tidak tamat. Dia pernah menjadi redaktur “Gelanggang”/Siasat dan Het Inzicht. Ida Nasution pernah menerjemahkan Le Conquerants atau “Pemenang” karya Andre Gide (Eneste, 1990:79). (more…)

Incoming search terms:

  • angkatan penulis wanita indonesia
  • daftar pengarang di indonesia beserta karya-karyanya ike supomo
  • Isma Sawitri karyanya Terima Kasih
  • Isma Sawitri-Terima Kasih
  • karya s rukiah
  • periode sastra indonesia dengan pengarang dan contoh karyanya

Sastra Pasca Reformasi; Bersemi Benih di Ladang Tandus

April 10, 2012 By: admin Category: Artikel

BUAH dari “tsunami” reformasi yang puncaknya 21 Mei 1998, ditandai lengsernya Soeharto dari tampuk kepresidenan, setelah lebih 30 tahun seakan tak hendak ditinggalkannya, juga berpihak pada dunia sastra.

Dunia politik pasca reformasi diwarnai terbukanya kesempatan nyaris bagi siapa saja ikut ambil bagian di dalamnya. Tak perlu waktu lama untuk sampai di puncak kepemimpinan. Mirip dengan ini, peluang untuk merasakan nikmatnya bercumbu dengan dunia sastra pun terbuka luas untuk hampir setiap orang.

Jika dalam dunia politik terbukanya peluang dengan mudah menggapai puncak kepemimpinan dibarengi pula besarnya potensi digulingkan, taklah demikian pada dunia sastra. Ancaman ada, tapi bukan tertuju kepada mereka yang ambil bagian bercumbu dengan dunia sastra. Melainkan kepada ladang percumbuannya: Mudah ditinggalkan! (more…)

  • "Hambatan terbesar untuk sukses adalah rasa takut akan kegagalan." - Sven Goran Eriksson
  • SAMBUTAN

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Web site ini saya buat sebagai niatan saya untuk berbagi pengalaman kepada siapa saja yang secara sengaja atau tidak sengaja berkunjung ke blog ini. Saya hanya berharap akan ada manfaat dari apa yang sudah saya tulis di dalam web ini.

    Sungguh saya memohon doa kepada Allah SWT, agar apapun dan bagaimanapun usaha yang saya lakukan ini tidak ada unsur kesombongan atau arogansi intelektual dalam hati saya. Saya Cuma berkeyakinan bahwa gagasan dan pandangan itu akan sangat penting dan bermanfaat jika disebarkan atau disampaikan kepada orang lain. Karena itulah bagian dari jihad mulia kita, yaitu berjihad dengan berbagi ilmu. Meskipun saya sangat menyadari ilmu yang saya miliki jauh dari sempurna. Oleh karena itu sekecil apapun manfaat dari tulisan-tulisan yang ada di web ini semoga memberikan kebaikan bagi kehidupan ini.

    Saya akan sangat menghargai bagi para pembaca yang bersedia memberikan respon atau tanggapan baik melalui email ataupun comment yang ada di setiap akhir tulisan. Sebisa mungkin saya akan merespon dan menanggapi kritik dan saran agar memberikan kebaikan khususnya pada diri saya sendiri.

    Akhirnya, hanya kepada Allah lah saya mohon petunjuk dan pertolongan semoga saya diberi kesempatan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam kehidupan ini.

    Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih atas kunjungan anda.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Wajiran, S.S., M.A.

  • RSS DetikNews

  • Gabung


Social Widgets powered by AB-WebLog.com.

google-site-verification: google125bf4f8221d4ce9.html